Mitos dan Fakta Jurusan Arsitektur

Mitor dan fakta jurusan arsitektur sheva estate di bawah ini perlu banget kamu ketahui dikarenakan banyak mitos dan fakta yang kerap jadi salah kaprah di masyarakat kita. Langsung saja lihat pembahasan tersebut ini.

Anak Arsitektur Harus Jago Matematika dan Fisika? Kamu sesungguhnya perlu mampu matematika dan fisika kalau menghendaki kuliah di jurusan arsitek. Namun, kamu tidak perlu jago.

Di jurusan arsitek nantinya kamu sesungguhnya dapat mendapat materi berkaitan matematika dan fisika. Tapi tenang saja, matematika di jurusan ini tidak serumit di jurusan matematika murni, pendidikan matematika dan statistika. Fisika pada jurusan arsitek pun tidak semengerikan materi di jurusan fisika murni, teknik fisika dan pendidikan fisika.

Tidak Harus Mahir Menggambar

Barangkali kamu bertanya-tanya bagaimana barangkali tukang menggambar namun tidak perlu mahir menggambar? Di jurusan arsitek kamu sesungguhnya perlu mampu menggambar, namun tidak perlu pakar sebagaimana anak-anak di jurusan desain seni rupa dan desain interior.

Hal paling mutlak ketika kuliah di jurusan arsitek adalah kamu mempunyai inovasi, kreativitas, imajinasi dan gebrakan baru untuk mendesain suatu ruangan/bangunan yang baru dan beda dari yang lain. Namun tidak mampu asal beda dari yang lain, tentu saja semua imajinasi tersebut perlu mampu direalisasikan dengan logika dan perhitungan matematika dan fisika.

Arsitek Bukan Desainer Interior

Sebagian orang kerap salah paham, nih tentang tugas arsitek. Mentang-mentang arsitek bertugas untuk mendesain rumah, maka banyak yang mengira bahwa arsitek terhitung mampu mendesain interior rumah.

Arsitek sesungguhnya mampu menggambar dan mendesain, namun keahliannya lebih kepada bagaimana perhitungan suatu bangunan supaya mampu dibangun dengan desain tertentu namun tidak dapat ambruk dan tetap kokoh.

Setiap desain yang digambar tidak mampu asal diterapkan, namun perlu dikerjakan perhitungan layaknya seberapa berat massa batu bata atau batu beton yang perlu digunakan supaya bangunan tersebut tidak roboh, kayu apa yang sebaiknya digunakan supaya mampu menyangga atap gedung dan lain sebagainya.

Sementara itu tugas desainer interior adalah murni menggambar, meski perlu laksanakan beberapa pengukuran namun tidak hingga sedetail dan serumit arsitek.

Jadi kalau kamu senang menggambar dan mendesain sebuah ruangan supaya terlihat tertib rapi dan cantik, lebih baik kamu masuk jurusan desain interior bukan jurusan arsitek.

Kuliah di Jurusan Arsitektur Harus Siap Banyak Dana

Mitos dan fakta jurusan arsitektur yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang adalah banyaknya biaya yang perlu dikeluarkan oleh seorang mahasiswa arsitek.

Biaya kuliah di jurusan arsitek sesungguhnya tidak semahal kuliah di jurusan kedokteran. Namun, di balik biaya kuliah yang tidak semahal kuliah di jurusan kedokteran tersedia banyak dana yang perlu dikeluarkan oleh seorang mahasiswa layaknya untuk membeli  drawing pen , pensil mekanik, rapido, penggaris, tabung dan beraneka type kertas yang digunakan untuk kepentingan kuliah.

Tugas Banyak dan Dihantui Deadline

Poin yang ini adalah sebuah fakta. Kuliah di jurusan arsitek kamu perlu siap menghadapi banyak tugas dan deadline. Ketika tugas telah kamu Mengerjakan dan tinggal mengumpulkan, jangan berbahagia dulu, mampu jadi dosen memintamu untuk merevisi hasil karya kamu itu.

Jadi kamu perlu terlalu buat persiapan mental merasa dari saat ini kalau menghendaki kuliah di jurusan arsitek.

Di Jurusan Arsitektur, Kaum Hawa Adalah Minoritas

Bagi kamu para perempuan yang menghendaki mengambil alih jurusan arsitek, perlu kamu ketahui bahwa di jurusan ini jumlah mahasiswi tidak sebanyak jumlah mahasiswa. Sebenarnya ini berlaku untuk jurusan teknik lainnya bukan cuma teknik arsitektur.

Kalau kamu berasal dari SMK/STM barangkali kamu telah memahami bahwa jurusan yang dapat kamu ambil sesungguhnya didominasi oleh kaum adam supaya kamu tidak kaget.